Oleh René L Pattiradjawane
Dalam beberapa tahun terakhir ini mobilitas dalam kemajuan teknologi komunikasi menjadi elemen penting dan menjadi salah satu ciri penting yang tidak bisa dihindari oleh siapa saja. Lingkungan jejaring digital yang terus berkembang ke tahapan yang lebih cepat, lebih luas, serta lebih mudah menjadikan mobilitas menyenangkan bagi siapa saja.
Penggabungan prinsip mobilitas dan kemajuan teknologi komunikasi informasi sudah lama kita kenal melalui produk-produk populer, seperti notebook atau ponsel cerdas yang memiliki beberapa ciri, misalnya ringan, faktor bentuk yang mudah dijinjing, memiliki berbagai fitur, dan memiliki kemampuan yang setara dengan perangkat lainnya.
Namun, komputer jinjing seperti notebook yang dikenal selama ini masih dianggap terlalu berat, sekitar 1,5 kg-2 kg, dan dianggap mengganggu aktivitas mobilitas kita. Produk gadget lain seperti ponsel cerdas dianggap terlalu kecil untuk melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan tidak hanya kemampuan komputasi, tetapi juga proses input menggunakan papan ketik atau stylus.
Di lingkungan industri teknologi, ada beberapa upaya untuk menghadirkan produk yang memadai guna memenuhi kebutuhan mobilitas ini, dengan menamakannya sebagai ultra mobile personal computer (UMPC). Beberapa model UMPC sudah diperkenalkan tahun ini, seperti Q1 buatan Samsung, R2H buatan Asus, dan VAIO VGN-UX buatan Sony.
Sebenarnya ada beberapa produk lain yang memiliki kemampuan komputasi besar serta sistem input menggunakan papan ketik, seperti U1000 buatan Dopod. Namun, untuk menjadi UMPC atau sebelumnya dikenal dengan nama sandi Origami di kalangan industri, produk ini harus menggunakan sistem operasi Windows agar masuk dalam kategori full-featured PC, seperti produk Model 2 buatan OQO.
Prinsip mobilitas
Pekan lalu, Fujitsu yang dikenal menghasilkan komputer seri notebook dan sub-notebook memperkenalkan seri terbarunya, Fujitsu U1010, sebagai generasi pertama UMPC dengan ukuran layar monitor 5,6 inci (diagonal 14,22 cm) dan berat hanya 0,58 kg.
Yang menarik dari U1010 daripada produk UMPC lain adalah faktor bentuknya yang sangat mirip komputer notebook, dan produk buatan Jepang ini menjadi miniaturisasi utuh komputer notebook. Para insinyur di Fujitsu pun sangat memikirkan prinsip-prinsip mobilitas ini, yang antara lain merancang layar monitor yang bisa diputar dan dilipat menjadi seperti TabletPC atau PDA dengan layar lebar.
Menurut rencana, generasi berikut dari UMPC Fujitsu ini juga akan dilengkapi fitur koneksi seluler 3,5G, yang memungkinkan akses nirkabel kecepatan tinggi. Sebagai sebuah miniaturisasi notebook, U1010 memiliki kemampuan setara dengan notebook, dan memiliki kabel terpisah yang memungkinkan produk ini terhubung dengan sebuah monitor atau proyektor digital.
Menggunakan prosesor A110 buatan Intel Corp dengan kecepatan 800 MHz, kapasitas memori 1 GB, serta hard disk 40 GB, U1010 memenuhi segala kemewahan komputer berjalan untuk orang-orang dengan mobilitas tinggi. Dengan tampilan layar monitor beresolusi 1.024 x 768 piksel, UMPC buatan Fujitsu ini menyenangkan untuk digunakan di mana saja.
Fujitsu U1010 dilengkapi sistem operasi Windows Vista Home Premium dengan Windows Media Center, menjadikan perangkat ini sebagai sistem multimedia berjalan untuk mendengarkan musik ataupun menonton video. Ukurannya pun memadai dengan kemungkinan minimal terjadinya computer syndrome karena komposisi lengan yang terlalu berdekatan satu sama lain, menyebabkan terjadinya kelelahan fatik pada bagian pundak penggunanya.
Masalah baterai
Setelah mencoba terus-menerus U1010, termasuk menulis artikel ini, ada beberapa catatan yang perlu disimak untuk menggunakan UMPC generasi pertama ini. Walaupun U1010 memiliki papan ketik dengan format QWERTY, beberapa tombol pada sistem ini berbeda dengan tombol papan ketik ukuran normal yang digunakan selama ini.
Ada beberapa tombol yang berfungsi setelah menekan secara bersamaan dengan tombol fungsi sehingga memerlukan sebuah kebiasaan untuk bisa menggunakan papan ketik ini secara normal seperti pada keyboard ukuran normal pada notebook. Kursor ke kiri atau ke kanan, misalnya, sering kali tertukar dengan fungsi lain.
Persoalan lain adalah baterai yang memang selalu menjadi persoalan pada berbagai produk teknologi. Ketika menggunakan U1010 secara intensif, maksimal daya tahan baterai bisa mencapai 2 jam tanpa menggunakan fitur nirkabel 802.11 a/g.
Ketika terhubung ke jaringan internet, daya tahan baterai berkurang 30-45 menit karena berfungsinya sinyal nirkabel dan Bluetooth secara bersamaan. Ditambah dengan penggunaan webcam yang terletak di bagian atas tengah monitor, daya tahan baterai pun menjadi berkurang drastis karena penggunaan energi baterai yang intensif, menyebabkan kipas pada prosesor juga bekerja untuk membuang energi panas.
Fujitsu U1010 bukan dimaksudkan menjadi pengganti berbagai produk notebook yang ada di pasaran. Untuk mereka yang memerlukan komputer ultraringan dengan sistem operasi penuh, U1010 menjadi pilihan menarik karena ringan, mudah di bawa ke mana-mana, dan memiliki fitur multimedia yang utuh lengkap dengan rongga SD Card maupun CF Card.
Baterai mungkin menjadi satu-satunya kendala bagi U1010 ini. Namun, dilengkapi dengan sebuah baterai tambahan, dan mungkin kalau memiliki 2 baterai cadangan di dalam tas, U1010 akan menjadi produk menarik untuk digunakan sehari-hari. Miniaturisasi memang akan selalu terkait dengan persoalan daya tahan baterai, terutama ketika menggunakan prosesor yang memadai untuk berbagai keperluan komputasi.
Di sisi lain, portabilitas dalam rancangan U1010 menjadikan produk buatan Fujitsu ini sebagai perangkat mobilitas yang menarik untuk digunakan berbagai profesi, mulai dari wartawan, dokter, hingga lingkungan profesional lainnya. Produk ini juga aman untuk di bawa-bawa karena dilengkapi dengan pemindai sidik jari untuk melindungi berbagai data penting. (KOMPAS)

