Fokus
Gigitan Apple
Artikel terkait

Beri Komentar

RSS Feed


Beri Rating :
Jumat, 29 Juni 2007 | 14:55 WIB

Duet Apple dan Intel cukup manjur untuk menggedor angka penjualan produk-produk Apple. Selain, tentu saja, fenomena iPod yang fenomenal.

Kesuksesan sebenarnya sudah digenggam Apple ketika meluncurkan iMac tahun 1998. Produk besutan tim Jonathan Ive - yang kemudian mendesain iPod dan iPhone - itu laku keras. Dalam kurun waktu 5 bulan, Apple berhasil membukukan angka penjualan sekitar 800 ribu unit.

Periode 2003 hingga 2005, popularitas - sekaligus pendapatan - Apple meroket cepat. Kalau awal 2003 harga saham Apple masih bercokol di angka US$ 6, maka pada Januari 2006 harganya sudah US$80 per saham, atau meningkat lebih dari 10 kali lipat.

Berbicara ketenaran Apple berarti berbicara kesuksesan iPod, terang Jeffry Waluyo (Marketing Communication, Padang Digital Indonesia/distributor resmi Apple). Sejak pertama kali diluncurkan, perangkat yang satu ini disambut sangat antusias oleh penyuka musik. Awal April lalu, penjualannya di seluruh dunia sudah mencapai angka 100 juta unit.

iTunes Store yang diluncurkan tak lama setelah iPod ikut menyuburkan euforia musik online dan iPod. Lebih dari 2 milyar download tercatat di iTunes pada bulan Januari 2007. Angka-angka yang menakjubkan tersebut mengantarkan iPod sebagai pemutar musik bahkan perangkat elektronik tersukses abad ini.

Produk berlabel Mac juga makin "merakyat" ketika Apple menggandeng Intel awal 2006. Kalau dulu komputer Macintosh hanya menjadi mainan para desainer grafis dan broadcaster, bahkan sempat menjadi semacam "agama" bagi mereka. Sekarang, basis penggunanya kian melebar, utamanya ke segmen pengguna sistem operasi Windows.

Keberadaan teknologi Intel di sistem Mac memungkinkan dipasangnya sistem operasi Windows dan aplikasi-aplikasi pendukungnya. Ini tentu hal yang sangat dilirik oleh pengguna yang ingin pakai Mac tapi tidak bisa langsung beralih dari Windows ke Mac OS X.

Belakangan, sayap ekspansi perusahaan asal Cupertino, AS, ini bahkan melebar ke segmen-segmen yang tak terbayang bakal dijangkau oleh Apple. Itulah mengapa perusahaan yang selama 30 tahun setia dengan label Apple Computer Inc. ini, pada tahun 2006 mengganti namanya menjadi Apple Inc.

Dihapusnya kata "Computer" menandai niat Steve Jobs (CEO dan pendiri Apple) untuk melakukan ekspansi pasar ke segmen selain komputer. Misalnya, segmen consumer electronics dengan iPod, Apple TV, dan iPhone.

Ketika Apple Merangkul Intel

Kabar mengejutkan itu datang awal Juni 2005. Intel yang sempat didapuk sebagai "musuh" justru bersekutu dengan Apple. Keputusan ini, menurut Steve Jobs, diambil Apple karena perusahaannya ingin membuat komputer yang terbaik saat ini maupun di masa depan.

Ketika itu Jobs menjanjikan akhir 2007 seluruh perangkat Mac sudah berbasis teknologi Intel. Jadwal persisnya adalah di bulan Juni 2006beberapa seri Mac berbasis Intel sudah akan beredar di pasaran; Juni 2007 sebagian besar Mac versi terbaru sudah menggunakan prosesor Intel; akhir 2007 adalah era berakhirnya perangkat Mac berbasis PowerPC.

Ternyata Apple bisa melakukan proses transisi lebih cepat dari jadwal semula. Awal Januari 2006, Apple merilis perangkat komputasi pertamanya yang berbasis Intel (Core Duo): MacBook Pro dan iMac. Tak lama berselang, Mac Mini dengan Core Duo/Core Solo pun terhidang. Di bulan Mei, Apple mengakhiri era iBook dan PowerBook, dan menggantikannya dengan MacBook. Proses transisi ditutup dengan keluarnya MacPro untuk menggantikan PowerMac pada bulan Agustus 2006.

Ketika Core 2 Duo dirilis, Apple pun tak mau ketinggalan. iMac, MacBook Pro, dan MacBook dengan arsitektur dual core generasi ke dua digelontor pada akhir 2006.

Mengadopsi Intel di perangkat keras tentu mengharuskan Apple berbuat sesuatu terhadap software-software untuk Mac. Memang sudah ada aplikasi yang memang dikembangkan untuk berjalan dengan teknologi Intel, seperti Mac OS X v10.4 atau Tiger, dan iLife ’06. Namun aplikasi lainnya yang belum bisa langsung berjalan di Mac Intel harus "diterjemahkan" dulu oleh Rosetta.

Rosetta adalah semacam aplikasi translasi yang memungkinkan software berbasis PowerPC berjalan di prosesor Intel. Adapun aplikasi yang dirancang untuk berjalan di platform PowerPC maupun Intel diberi cap sertifikasi "Universal" oleh Apple.

April 2006, Apple mengeluarkan aplikasi Boot Camp. Aplikasi ini akan membantu pengguna meng-install Windows XP di Intel Mac, berdampingan dengan Mac OS X. Rencananya, Boot Camp akan dijadikan aplikasi standar dalam Mac OS X v10.5 atau yang lebih dikenal dengan nama Leopard.

Sampai bulan Juni 2007 ini, semua perangkat komputasi dari Mac sudah didayai oleh prosesor Intel. MacBook, MacBook Pro, dan iMac mengadopsi Intel Core 2 Duo. Sedangkan Mac Mini dengan Intel Core Duo, dan MacPro berbasis dual core Intel Xeon.

MacBook Terpopuler

Produk Mac apa yang paling populer di Indonesia saat ini? Secara berurutan adalah MacBook, iMac, MacBook Pro, dan MacPro. Bagaimana dengan iPod? Justru saat ini penjualan iPod sedang mengalami penurunan, jelas Danny Rustandi (iBox Puri Imperium). Apa pasal? Ternyata iPhone yang dijadwalkan rilis bulan Juni jadi penyebabnya.

Nah, kalau Anda belum pernah mencicipi teknologi Apple—yang salah satu klaimnya adalah tahan terhadap virus—atau mungkin hanya tahu tentang iPod, inilah saatnya untuk mengetahui sepintas kilas produk Mac.

Mac Mini
Si Mini Dengan Aksi Maksi

1,66GHz : ± Rp 5,8 juta
1,83GHz : ± Rp 7,4 juta

Ingin beralih ke Mac tapi belum berani berinvestasi tinggi? Coba dulu Mac Mini. Selain desain mungil nan menawan, si Mini juga menjanjikan performa ala Intel Core Duo, kesenyapan, opsi koneksi, dan kemampuan networking. Tapi siapkan sendiri keyboard, mouse, dan monitornya.

Desainnya mungil dan stylish. Luas permukaan casing aluminium warna keperakannya cuma sekitar 16,50cm2 dan tinggi 5,08cm. Horisontal adalah posisi yang pas, meskipun dalam catatan yang ada disebutkan bahwa Mac Mini boleh ditaruh secara vertikal.

Untuk komputasi dan multimedia, Mac Mini bolehlah unjuk gigi. Ada Intel Core Duo, dengan dua opsi konfigurasi: 1,66GHz dan 1,83GHz di balik sistemnya Tetapi kemampuan grafisnya mungkin tidak akan terlalu memuaskan para gamer karena Mini hanya mengandalkan chip grafis onboard (Intel GMA950) dengan memori shared. Padahal memori utamanya hanya 512MB (default).

Si Mini hadir dengan fasilitas maksi. Tengok saja fasilitas konektivitasnya: Bluetooth 2.0 dan WiFi AirPort Extreme (802.11g, 54Mbps); Gigabit Ethernet, port FireWire 400, 4 port USB 2.0. Untuk penyimpanan, Apple memasang harddisk SATA berkapasitas 60GB dan 80GB. Akan makin asyik saja karena Mini pun mengusung Apple Remote berikut built in infrared receiver.

What Mini Can Do
- Media storage
- Media playback
- Media center
- TV program recorder
- Home server

iMac
Berdesain Minimalis

Monitor 17",1,83GHz : Rp 9,4 juta
Monitor 17", 2,0GHz : Rp 11,4 juta
Monitor 20", 2,16GHz : Rp 14,2 juta
Monitor 24", 2,16GHz : Rp 18,3 juta

Trailblazer
iMac tampil sangat minimalis dan langsing, hanya berupa monitor LCD yang berdiri tegak pada dudukannya. Prosesor, harddisk, drive DVD, dan lain-lain dijejalkan dalam rongga belakang monitor, yang sebenarnya juga tidak terlalu besar. Monitor plus CPU ini ditancapkan pada sebuah dudukan yang memungkinkan monitor bergerak ke atas dan ke bawah.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Apple membenamkan prosesor Core 2 Duo versi mobile (Merom) bukan desktop (Conroe) pada iMac. Alasannya berkisar pada kesesuaian dengan dimensi perangkat.

Beberapa opsi konfigurasinya: layar 17",1,83GHz; layar 17", 2,0GHz; layar 20", 2,16GHz; layar 24", 2,16GHz. Selain yang berkecepatan 1,83GHz, semua konfigurasi mengemaskan L2 cache 4MB, RAM 1GB, chip grafis terpisah (Radeon X1600 dan GeForce 7300GT), dan Super Drive 8x double layer. Semua opsi konfigurasi mendukung protokol koneksi nirkabel Bluetooth 2.0 dan 802.11g/n.

iMac disertai sebuah remote control dengan antarmuka ala iPod Shuffle. Saat tak digunakan, remote bisa diletakkan pada sebuah wadah magnetis di bawah Super Drive.

Mac Pro
Konfigurasi standar (Intel Xeon Dual Core 2,66GHz) : Rp 22,6 juta

Siapa pun tahu kalau ‘dewa’nya grafis digital adalah Mac. Tapi agak mengherankan juga ketika Mac Pro—generasi penerus Power Mac G5—justru paling akhir mengadopsi teknologi Intel.

Tak tanggung-tanggung, Apple menjejalkan dua prosesor dual core Intel Xeon 5100 (Woodcrest) 64-bit pada konfigurasi standar. Bila dirasa kurang, ada konfigurasi build to order yang mengakomodasi dua quad core Xeon 5300 (Clovertown). Ini membuat Mac Pro bisa disejajarkan dengan produk-produk workstation berkinerja tinggi dan berbasis Unix seperti, misalnya produk Sun Microsystems.

Kebutuhan memori, harddisk berkapasitas besar tak bisa ditawar bila bicara video editing atau desain grafis kelas profesional. Oleh karena itu MacPro membundelkan memori standar 1GB, dan upgrade-nya bisa sampai 16GB. Untuk penyimpanan, Mac Pro menyediakan ruang yang cukup lega untuk memasang 4 harddisk SATA internal (maks. 3TB).

Untuk kinerja grafis yang andal, Mac Pro memasang Nvidia GeForce 7300GT 256MB single-link /dual-link DVI pada konfigurasi standar. Jika lebih menyukai ATI X1900 XT 512 MB atau nVidia Quadro FX 4500 512 MB, Anda akan memanfaatkan 4 slot PCI Express x16 yang ada.

Fasilitas lain, di antaranya 4 port USB 2.0, 2 port FireWire 400, dan 2 port FireWire 800. Sayangnya Bluetooth dan WiFi (juga remote control) bukan fasilitas standar di Mac Pro. Maklumlah, Apple mendesainnya bukan untuk kebutuhan home theater atau media center seperti Mac Mini atau iMac.

Mac Protect: 17 Cara Amankan Mac

1. Pertimbangkan antivirus.
2. Install security update dari Apple.
3. Bukalah file yang jelas sumber/pengirimnya.
4. Waspadai virus makro.
5. Gunakan account standar (bukan administrator) untuk kerja sehari-hari.
6. Matikan login otomatis.
7. Kunci layar saat Anda jauh dari komputer.
8. Beri password berbeda untuk Keychain.
9. Kunci Keychain saat tak digunakan.
10. Enkripsi file-file penting.
11. Gunakan firewall.
12. Lindungi jaringan nirkabel dengan WPA.
13. Enkripsi wireless hotspot session Anda.
14. Jangan sebarang mengklik.
15. Amankan e-mail dengan enkripsi
16. Browsing sebaiknya anonim
17. Backup file Anda.

MacBook
Fasilitas Pro Harga Terjangkau

1,83GHz : Rp 10,3 juta
2,00GHz (putih) : Rp 12 juta
2,00GHz (hitam) : Rp 13,7 juta

Dulunya bernama iBook, MacBook menawarkan feature dan fasilitas sekelas MacBook Pro tetapi dengan harga lebih ringan.

Cocok untuk mereka yang ingin beli notebook tapi tidak mementingkan kinerja cepat dan bukan penggila game 3D. Ya, kinerja grafisnya memang tak sehebat versi Pro. Kalau MacBook Pro memasang grafis dengan memori terpisah, maka MacBook cuma mengandalkan Intel GMA 950.

Kinerja prosesornya pun sedikit berbeda dari MacBook Pro meskipun sama-sama didayai oleh Intel Core 2 Duo. Apple hanya menawarkan dua opsi konfigurasi: 1,83GHz, RAM 512MB, harddisk 60GB; dan 2,0GHz, RAM 1GB, dan harddisk 80GB. Fasilitas lain Bluetooth, WiFi (802.11n), FireWire 400, port USB 2.0, remote control, dan kamera Web.

Hal lain yang akan menjadi perhatian pengguna setia Mac adalah layar. Ada perubahan radikal di sana. Alih-alih menggunakan layar anti-glare seperti biasanya, kali ini Apple memilih LCD dengan glossy coating layaknya notebook berbasis Windows.

Warna pun menjadi sesuatu yang beda pada MacBook. Selain warna putih, Apple juga membuat MacBook seri hitam meskipun hanya untuk konfigurasi 2,0GHz. Ini cukup mengejutkan banyak pemujanya. Bahkan sempat menuai kritik karena masalah harga yang sedikit lebih mahal ketimbang versi putihnya.

ModBook

Ini PC Tablet hasil modifikasi MacBook oleh Axiotron. Dipamerkan pertama kali dalam Macworld Conference & Expo 2007, ModBook saat ini satu-satunya format tablet untuk produk berlabel Mac.

MacBook Pro
Manis di Grafis

Layar 15,4", 2,16GHz : Rp 17,8 juta
Layar 15,4", 2,33GHz : Rp 22,2 juta
Layar 17", 2,33GHz : Rp 25 juta

Seperti MacBook, MacBook Pro sudah memasuki generasi ke dua dengan mengadopsi Intel Core 2 Duo. Notebook kelas profesional ini datang dengan 3 standar konfigurasi: layar 15,4", 2,16GHz, RAM 1GB, harddisk 120GB; layar 17", 2,16GHz, RAM 2GB, harddisk 120GB; dan layar 17", 2,33GHz, RAM 2GB, harddisk 160GB.

Tak banyak perubahan bila dibandingkan generasi pertamanya, kecuali ada penambahan port FireWire 800 dan perubahan ventilasi horisontal demi aliran udara yang lebih baik. Namun kalau boleh berkomentar, pengguna agaknya akan lebih menyukai tambahan port USB ketimbang FireWire.

Seperti diulas sebelumnya, notebook berbobot 2,5—3,1kg ini banyak memiliki kemiripan fasilitas dan feature dengan MacBook. Kemenangan MacBook Pro adalah pada clock speed prosesor yang lebih tinggi dan dukungannya terhadap gaming. Kinerja grafisnya boleh diandalkan berkat kehadiran chip ATI Radeon X1600, yang membundelkan SDRAM 128 dan 256MB.

Dengan layar yang lebih lebar, resolusi yang terhidang pun lebih mantap: 1440x900 untuk 15,4" dan 1680x1050 untuk 17". Port DVI dual link memungkinkan MacBook Pro dikoneksikan ke Apple HD Cinema Display 30" (resolusi 2560×1600).

Monitor, Keyboard, Mouse

BYOKDM alias bring your own keyboard and monitor (and mouse!) jika Anda menyukai Mac Mini. Tentu ini bisa jadi plus dan minus tersendiri. Menjadi plus ketika Anda beroleh kebebasan untuk memilih apakah si Mini akan ditempelkan ke TV, monitor LCD, bahkan disambungkan ke proyektor. Terasa tidak menyenangkan (atau minus) saat Anda yang terbiasa membeli PC sudah berikut peripheralnya, terpaksa harus membeli terpisah.

Pilihan di luar merek Apple tentu saja ada merek-merek lain yang kompatibel dengan Mac. Di jajaran mouse, misalnya ada Intellimouse (Microsoft) atau Logitech V450/V500/VX Revolution. Sedangkan untuk keyboard ada nama Kensington (PilotBoard Multimedia, Slim Type); Microsoft (Ergonomic Keyboard 4000); dan Logitech.

Cinema Display: 20", 23", 30"
Rp 7,8 – 22 jutaan
High definition
Resolusi 1680x1050 (23"); 1920x1200 (23"); 2560x1600 (30")

Port

Keyboard
Nirkabel berbasis Bluetooth.
Batere AA Alkaline (4).
Disertai tombol ON/OFF.
Rp 700 ribuan

Mouse
Dirilis September 2003.
Desain elips (mirip Mighty Mouse).
Nirkabel berbasis Bluetooth.
Jangkauan sekitar 10 meter.
Terdiri dari satu tombol.
Ditanami software pintar agar tidak berinterferensi dengan WiFi.
Batere AA lithium (2) non-rechargeable.
Disertai tombol ON/OFF.
Rp 290 ribuan

Check Mac!

Apple.com
Macworld.com
MacBlog.com
MacRumors.com
MacMinute.com
MacMegasite.com
MacMerc.com
MacCentral.com
MacNN.com
TUAW.com
MacInTouch.com
Macnightowl.com

iPod
Tersukses Abad Ini

iPod (video) 30GB-80GB : Rp 2,3 – Rp 3,25 juta
iPod Nano 20GB-80GB : Rp 1,3 – Rp 2,3 juta
iPod Shuffle 1GB : Rp 820 ribuan

Siapa tak kenal iPod? Sejak pertama diluncurkan sampai April lalu sudah 100 juta unit dalam berbagai model yang terjual. Tak heran bila pemutar musik digital keluaran Apple ini didaulat sebagai perangkat elektronik tersukses abad ini.

Mau tahu model iPod yang sudah pernah dibuat dan mungkin masih bisa Anda peroleh di pasaran? Singkatnya, Apple sudah merilis 5 seri iPod, 2 seri iPod Mini, 2 seri iPod Nano, dan 2 seri iPod Shuffle.

Perkembangan utama iPod generasi pertama sampai ke lima terletak pada desain fisik, kapasitas simpan (7500-20 ribu lagu), kemampuan memainkan musik, foto, dan video, serta dukungan koneksi (USB, FireWire).

iPod Mini, walaupun hanya keluar dua seri, memelopori penggunaan click wheel pada seri iPod. Perkembangan lainnya tidak banyak sebelum akhirnya digantikan oleh iPod Nano. Perangkat ini menawarkan memori berbasis flash, kapasitas yang lebih besar (8GB atau 2000 lagu), kemampuan memutar lagu dan slideshow foto.

Nah, kalau ada iPod tanpa layar pastilah iPod Shuffle. Pemutar khusus musik ini adalah iPod pertama yang berbasis memori flash. Dengan kapasitas maksimal saat ini 1GB (240 lagu), Shuffle boleh dimasukkan iPod paling ringan.

Format apa yang dapat diputar iPod? Musik: MP3, AAC/M4A, Protected AAC, AIFF, WAV, Audible audiobook, format audio Apple Lossless; gambar (iPod G4, G5): JPEG, BMP, GIF, TIFF, PNG; video (iPod G5): MPEG-4 (H.264/MPEG-4 AVC) dan QuickTime. MA dan MIDI tidak termasuk daftar yang didukung.

Beraktivitas Bersama iPod

Putar dan dengarkan musik di iPod sembari jogging? Itu biasa. Mau yang beda? Jadikan iPod sebagai personal trainer Anda.

Terdiri dari accelerometer, transmitter, receiver, dan iPod nano.

Informasi yang ditampilkan lamanya waktu berolah raga, jarak tempuh, kecepatan, dan jumlah kalori yang sudah dibakar tubuh Anda.

Informasi ditampilkan di layar atau didengarkan via headphone.

Tak punya sepatu model Nike+? Buat semacam rongga di bawah sol bagian dalam sepatu atau masukkan kantung kecil dan tempelkan di tali sepatu Anda.

Tapi ada isu tak sedap seputar keamanannya. Transmitter Nike+iPod memancarkan memancarkan frekuensi radio berdayajangkau 60 kaki yang bisa ditangkap RFID. Dengan kata lain, Anda bisa dibuntuti!

Nonton dari iPod
Untuk hiburan di rumah, mengapa tak coba putar file movie yang ada di iPod? Caranya, gunakan proyektor yang dilengkapi feature iPod docking. Contohnya, Viewsonic PJ258. Namun agaknya proyektor ini baru beredar di kawasan Eropa.

Bagi-bagi Musik ala iPod
Dengar musik ramai-ramai pasti menyenangkan. Ada cara iPod-nya. Gunakan dock nirkabel berikut receivernya. Salah satu vendor yang sudah merilis perangkat semacam itu adalah Creative. Caranya, pasangkan X-Fi receiver ke setiap perangkat HiFi yang akan diajak dengar musik bareng, dan tancapkan iPod ke Xdock.

iPod in Fashion
Ingin memadukan fashion dan iPod? Levi’s merilis sebuah model edisi terbatas: Redwire DLX Jeans. Redwire menyertakan dock, konektor, pita konduktif (red wire), joystick, dan headphone. Untuk mengakomodasi berbagai model iPod yang ada, Levi’s menyediakan enam macam cradle. Kabar baiknya, produk ini sudah dijual di Indonesia.

iPod Edisi Khusus
Madonna
Tony Hawk
Beck Hansen
No Doubt
U2
Harry Potter

Product Red (tiap US$ 10 dari penjualan iPod Nano edisi khusus ini disumbangkan untuk Global Fund to Fight AIDS, Malaria &Tuberculosis)

iPod Gold Facts
iPod sang Personal Trainer

Tak salah kalau iPod dibilang pendongkrak kesuksesan Apple Inc. November 2001, itulah kali pertama iPod unjuk diri di pasar. Inilah faktanya sekarang.

100 juta iPod telah terjual.
4000 asesoris tercipta untuk iPod
70 persen dari mobil model terbaru (2007) di Amerika tawarkan konektivitas ke iPod.
20 vendor mobil ternama siap koneksikan iPod ke produknya.
5 juta lagu, 350 acara TV, dan 400 film dikoleksi dan 2,5 milyar lagu, 50 milyar acara TV, dan 1,3 milyar film dijual iTunes Store, yang dimunculkan untuk iPod.

USB, FireWire, DVI display connector. (23" 30")
Kaya Variasi Ekspansi

Alias si pembuka jalan, demikian iMac dijuluki. iMac adalah produk Mac pertama yang ditempeli prosesor Intel. Jadi yang perdana pula dengan Intel Core 2 Duo dan perangkat Macintosh pertama yang dipasangi port USB.

Belakangan, Apple juga merilis produk inovasi terbarunya iPhone. Gabungan perangkat multimedia, telepon seluler, dan Internet ini hadir tanpa tombol dan cara navigasinya sepenuhnya dilakukan melalui layar sentuh. Interface seperti itu diprediksi akan menjadi tren gadget masa depan.

0 Komentar
Halaman  
Beri Komentar

Security Code
Fokus
Gigitan Apple
Duet Apple dan Intel cukup manjur untuk menggedor angka penjualan produk-produk Apple. Selain, tentu saja, fenomena iPod yang fenomenal.
Fuel Cell: Siap Geser Baterai Lithium di Notebook?
Apakah teknologi baterai terlalu sulit sehingga inovasinya terhambat? Tidak juga. Para vendor sudah lumayan lama menemukan fuel cell....
Sistem Operasi Fleksibel Bergaya Transformer
Terobosan Teknologi Edgeline
Menambah Informasi Geografi Digital
Trik
Agar Dokumen Tak Hilang
Ada beberapa tips agar dokumen tidak hilang. Tidak perlu hal-hal yang kelewat teknis. Cukup ubah kebiasaan berkomputer saja.
Aktual
Mencicipi Free AVG 8
Antivirus gratisan yang memiliki banyak pengguna dan peminat ini telah memiliki wajah baru. Kini, versi anyarnya menawarkan fasilitas pengaman yang lebih all-in-one.
© 2007 - Sinyal - All rights reserved -- Developed by Kompas Cyber Media