Pencari Jodoh, Hati-hati Dengan Honey Traps

loveJAKARTA, KAMIS - Di hari kasih sayang tahun ini, Kaspersky merilis pesan khusus buat kamu yang sedang atau gemar mencari jodoh lewat bantuan media online, baik situs online maupun jejaring sosial. Menurut perusahaan keamanan ini, banyak pihak jahat yang mendompleng kegiatan mencari asmara ini untuk mencari keuntungan, termasuk uang.

Dari rilis yang dikirim Kaspersky tepat saat Valentine hari ini (14/2) kejahatan yang disebut dengan “Honey Traps virtual” adalah salah satu yang disorot. Honey traps sendiri merupakan sejenis jebakan yang bekerja dengan cara melakukan manipulasi keinginan alami manusia untuk menemukan pasangan. Kebanyakan aksi ini dilakukan dengan mengatasnamakan situs-situs kencan online populer seperti match.com, badoo.com, mamba.ru dan lain-lain. Aksi bisa dilakukan salah satunya dengan mengirim email menyerupai notifikasi dari situs-situs tadi lengkap dengan link berbahaya di dalamnya. Jika link tadi diklik, PC pengguna bisa langsung terinfeksi program jahat yang diunduh secara otomatis.

Kaspersky juga melaporkan bahwa bukan cuma email yang bisa dimanfaatkan untuk honey traps. Di beberapa kasus, peniupan sederhana untuk mengajak korban membuka akun di situs perjodohan dengan membayar sejumlah uang tertentu juga kerap dilakukan dan memakan banyak korban. Satu yang membuat penipuan jenis ini berhasil adalah nominal uang yang diminta tidak besar, hanya berkisar pada 3 ribu sampai seratus ribu rupiah. Namun setelah dibayar, pengguna tetap tidak bisa melakukan login di situs yang dijanjikan.

Menurut analis spam senior Kaspersky, Tatyana Kulikova, internet memang memberikan banyak peluang untuk berkomunikasi. Tapi, internet tidak selamanya menjadi tempat yang aman untuk mencari cinta. “Kami telah menggambarkan beberapa jebakan cinta (honey traps) yang ada di Internet. Agar tidak kecewa, ikuti langkah aman berikut: jangan masuk situs kencan yang tidak dikenal, terutama yang ada dalam iklan spam, jangan membuka email dari pengirim yang tidak dikenal dan jangan membalas email jika mencurigakan,” jelas Tatyana. 


Share