
Andy Darmawan, Senior Tecnical Consultant Symantec Indonesia
Hasil survey yang dilakukan Applied Research pada tahun 2009 mendapati kalau perusahaan di Indonesia masih mencari pekerja TI yang menguasai berbagai bidang, mulai dari jaringan, keamanan, sampai troubleshooting. “Sebanyak 35 persen perusahaan di Indonesia mencari orang itu,” kata Andy Darmawan, Senior Technical Consultant Symantec Indonesia, yang mempresentasikan hasil penelitian.
Selain itu, kebanyakan perusahaan merasa kekurangan staf dalam bidang jaringan, virtualisasi, dan manajemen penyimpanan data. Menurut hasil penelitian, alasan nomor satu adalahperusahaan tidak memiliki budget untuk menambah karyawan. Alasan berikutnya, tidak ada orang yang memenuhi syarat meskipun perusahaan memiliki budget. Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi terjadi pula di negara-negara Asia Pasifik dan Jepang.
Data menarik lain dari penelitian itu adalah fakta yang menunjukkan kalau perusahaan menengah lebih agresif dalam mengimplementasikan teknologi baru ketimbang perusahaan besar. “Itu karena masalah prosedur dan birokrasi. Di perusahaan besar, birokrasi untuk implementasi 1 teknologi sangat panjang, sedangkan di perusahaan menengah tidak panjang,” jelas Andy.






Februari 2nd, 2010 pada 18:13
insyaallah akan ada *superman* yg kaea Kevin Mitnick nanti dah…
(amin)
Februari 2nd, 2010 pada 21:08
ass, selamat malam…salam sejahtera!! info yang sangat bagus banget, kalau boleh tau syarat2nya apa? saya sangat tertarik dibidang ini, saya mau ikut bergabung, untuk info lebih lanjutnya saya ucapkan banyak terima kasih.
Februari 3rd, 2010 pada 00:17
Masyarakat indonesia masih kurang maju untuk masalah IT, tapi kalau belanja produk baru, itu yang no 1
Februari 6th, 2010 pada 11:32
waahhh,,bagus banget nh infonya,,,
kebetulan saya lg mnempuh pendidikan dibidang IT(namun lebih ke Sistem Informasi)semoga saya dapat kesempatan,,
Februari 7th, 2010 pada 01:12
pola pikir masyarakat Indonesia masih “how to use”. harusnya “how to create”…
Februari 8th, 2010 pada 16:25
halah sekarang siapa sih yang mau di suruh kerja double tapi gaji nya gak double double T_T. perusahaan sekarang tuh lebih banyak meras tenaga dan pikiran pegawai nya. tapi giliran di suruh menuhin kewajiban pegawai nya terkesan lepas tangan.
Februari 10th, 2010 pada 15:07
Asal Gaji nya sesuai dengan namanya. Gaji “Superman” gak sama dengan manusia biasa khan??
Maret 2nd, 2010 pada 03:39
Hahahaa.. ini ternyata yang dikeluhkan rekan-rekan saya.
Dengan gaji minim harus mengerjakan segalanya.
Maret 3rd, 2010 pada 12:52
Setubuh banget…
- Programmer+Designer+Network Administrator+Tukang bikinin kupi
- Programmer+DB Administrator+Tukang benerin printer+Tukang benerin kompi yg ngehang
Maret 11th, 2010 pada 13:29
sebenarnya bnyak
tapi kebanyakan ndak punya sertifikat dan jadi minder
karena nggak memenuhi kualifikas i
April 1st, 2010 pada 23:43
Mencari “superman” yg murah itu susah … tapi klo mencari superman dengan harga murah itu banyak …… dah jadi teknisi TI didouble kan jadi tukang benerin printer ama kopi ………
kalo mo maju musti berbekal menghargai profesi dari pekerja TI itu . baru kita bisa maju . betul
April 8th, 2010 pada 17:03
saya setuju banget dengan komentar diatas ku
“semua harus dihargai dong”…
April 23rd, 2010 pada 19:31
indonesia sebenarnya suadah maju namaun tegnologi yang ada malah di jadikan untuk membuat hal hal yang menyalah dari UU tentang [rno grapi coba bayangin aja anak SD kls 2 SD udah tau dengan yg porno-porno itu karna bebasnya membuka situs orang dewasa
Juni 16th, 2010 pada 13:39
Di indonesia kerja itu harus keluar keringat baru dibayar. Kalo IT kan cuma didepan komputer kutak katik baris kode, eh dibayar lebih gede dari pada marketing dan akunting. Makanya selain kutak katik kode + benerin komputer + bikin kupi, kalo perlu + ngepel. Baru digaji…..
Agustu 6th, 2010 pada 05:27
Kevin Mitnick jga psti kaget dikasih job kyk gitu…